DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA YANG Ke 73

KERJA KITA PRESTASI BANGSA

Berita Duka

IInna lillahi wa inna ilaihi rojiun, telah meninggal dunia Ibu Sri Mulyani, SH. MH., Isteri dari Bapak M.Munir, SH.MH Panitera Pengadilan Agama Pekalongan, Semoga khusnul khotimah. Semua khilaf di ampuni Allah dan ibadahnya du ridloiNya.

Read more

Pelepasan PPL Mahasiswa IAIN Pekaloongan di Pengadilan Agama Pekalongan

DIRGAHAYU MAHKAMAH AGUNG YANG KE 73

ERA BARU PERADILAN MODERN BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI

Read more

Hutang syukur kepada Allah SWT

Oleh:

Dr. Drs.Muhlas,S.H.,M.H

 

 

 

1.    Pengantar.

Al- Qur’an Surah At-Tin ayat 4  Allah SWT mengingatkan bahwa  Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya”. Pernyataan Allah SWT tersebut adalah merupakan anugerah karena manusia diciptakan dengan segala kesempurnaan dan ketinggian martabat dibanding dengan mahluk lain, sekaligus merupakan beban berat kepada manusia dalam kontek pengabdian karena ada kewajiban yang harus di jalankan sebagai bentuk penghambaan.  Kedudukan kesempurnaan dan beban berat tersebut akan dapat dijalani dengan ringan apabila dibarengi dengan kesyukuran dan kesabaran,mengingat dari buah yang dijalankan terserbut adalah imbalan berupa kemuliaan kebahagiaan dan pahala dari Allah SWT (baca: ridla Allah).

Allah SWT dengan sifat Maha Pemurahnya telah menjamin segala kebutuhan manusia dan mahluk hidup lainya yang berada di alam semesta ini termasuk metode dan sarana pemeliharaannya, telah disiapkan oleh Allah SWT secara lengkap dan tidak pilih kasih kepada siapa yang harus dikehendaki melainkan semua mahluk hidup mendapatkan jatah secara merata dan adil. Sebagaimana jaminan Allah SWT yang tertuang dalam al-Qur’an surat Anbiya’ ayat 42 yang artinya : “ Siapakah yang dapat memelihara kamu di waktu malam dan siang hari selain Allah Yang Maha Pemurah”.

 

2.    Bentuk kemurahan Allah SWT.

Alam semesta telah disediakan untuk manusia dan mahluk hidup lainya oleh Allah SWT, baik komponen utama maupun pendukung penghidupan telah disediakan oleh Allah di jagat raya ini agar mahluk hidup dapat memanfaatkan. Dari semua yang disediakan tidak ada yang bayar kecuali dalam sistem manusia itu terdapat hambatan yang mengharuskan alat itu dibeli. Betapa murahnya Allah SWT yang menyediakan udara sebagai bahan utama untuk bernafas mahluk hidup termasuk manusia, kadar udara yang harus dikonsumsi mahluk hidup adalah oksigin,nitrogen,air dan lain lain, dari semua komponen tersebut telah tersedia di alam; kewajiban manusia adalah menjaga ekosistem alam agar tetap lestari demi keseimbangan mahluk hidup di dalamnya.

Bayangkan apabila semua harus dihargai dengan uang,pasti nominalnya akan besar dan tidak terprediksi oleh kita. Sebagai bahan perbandingan pada saat manusia mengalami ganguan kesehatan dan memerlukan bantuan udara di sebuah rumah sakit akan muncul biaya ( cost ) yang sangat tinggi ,pada hal udara yang yang maksud dibagi menjadi dua unsur yaitu oksigen dan nitrogen; dari dua nunsur itu harga telah ada harga standratnya.

Berapa kebutuhan riil bernafas manusia ?

Dalam satu kali nafas manusia memerlukan 0.5 Liter udara padahal dalam kondisi nurmal dalam satu menit setidaknya perlu 20 x tarikan nafas ( 20x 0.5 = 10 Liter udara). Dengan perbandingan oksigen dan nitrogen adalah 20 % dan 80%, maka dapat diasumsikan setiap bernafas perlu oksigen 100 ml dan 395 ml nitrogen atau dalam sehari perlu 2880 liter oksigen dan 11.376 Liter Nitrogen[2] . Jika harga oksigen Rp 25.000 perliter dan nitrogen itu Rp 9.950 perliter ,maka ongkor bernafas manusia dalam sehari dapat hitung :

2.880  x  Rp 25.000 =  Rp  72.000.000.

11.376 x Rp 9.950  = Rp 113.191.200.

                              Rp. 185.191.200.

Untuk satu bulan adalah 30 x Rp 185.191.200 = Rp 5.555.736.000. (lima milyar lima ratus lima puluh lima juta tujuh ratus tiga puluh enam ribu rupiah) berapa untuk satu tahun dua tahun dan seterusnya?????

 

3.    Kewajiban mahluk kepada Tuhanya.

Allah SWT telah memberikan cara dan jalan untuk mengabdi kepada Allah sebagai bentuk penghambaan kepadaNya adalah dengan berbuat amal solih dan melaksanakan semua printahNya serta menjauhi laranganNYa, akan tetapi cara dan jalan yang diberikan Allah tersebut ternyata akan kembali juga hikmah dan manfaatnya kepada manusia itu sendiri dari buah apa yang diperbuat dari ibadahnya, seperti shalat yang dikerjakan akan menjamin manusia terjaga dari perbuatan keji dan munkar, dengan sedekah manusia akan terhindar dari balak,dengan kerendahan hati manusia akan terjaga dari berbagai penyakit dan lain sebagainya.

Tidak berlebihan apabila Allah SWT menciptakan manusia itu untuk beribadah kepadaNya, perintah tersebut adalah sebagai bentuk kasih sayang Allah kepada hambanya dengan imbalan agar di alam selanjutnya memetik hasil dari jerih payahnya berupa ridlo yang dapat dirasakan di surgaNya.  Banyak hikmah dan keutamaan yang dapat kita gali dari seteiap ibadah dan amal solih yang kita laksanakan dengan ikhlas,hanya saja kebanyakan manusia tidak mau menyadari akan hal itu. Ketersediaan alam untuk kehidupan dan kesejahteraan manusia dan mahluk hidup lainya oleh Allah SWT tidak pernah dikurangi kadar dan kwalitasnya, tetapi manusia tidak menyadari kemurahan Allah itu dengan melaksanakan perintahNya dan menjauhi laranganNya.

Sarana dan jalan yang paling ringan yang diberikan Allah sebagai upaya mensyukuri nikmat atas kemurahan Allah SWT tersebut berupa perintah shalat, kenapa ringan? Karena sehari semalam hanya lima waktu dan tidak memakan waktu yang lama dibanding untuk tidur dan aktifitas lainya, tetapi dampak dan pahalanya sangat besar bahkan dalam hadits Rasulullah SAW disebutkan : yang artinya : pertama kali amal yang dihisap di hari akhir adalah shalat, apabila shalatnya bagus akan memberikan dampak pada amal yang lain. Abu Hurairah r.a sewaktu di Madinah pernah menyampaikan; bahwa Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda : “Sesungguhnya sesuatu yang paling dulu dihisab pada hamba adalah shalatnya. Jika shalat itu baik maka ia telah menang dan sukses. Jika shalatnya rusak maka ia telah merugi”.

Dari uraian tentang hebatnya shalat tersebut kita wajib mengimani dan berusaha menjalankan dengan penuh keihlasan agar memperoleh ridloNya, cara singkat dan mudah memperoleh kesempurnaan shalat yang ditawarkan Rasulullah SAW adalah dengan cara berjamaah, cara ini syarat akan makna; antara lain :

1.    Dilipatgandakan pahalanya.

2.    Diampuni dosanya.

3.    Menjauhkan diri dari sifat munafik.

4.    Tumbuhnya persaudaraan, kasih sayang dan persamaan. dan lain sebagainya.

 

Dari besarnya hikmah tersebut wajar Rasulullah SAW mengingatkan agar kita segera mendatangi jamah saat adzan dikumandangkan,karena apabila tidak diindahkan seruan adzan tersebut untuk ikut berjaam Rasulullah SAW bersabda:

وَالَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ لَقَدهممت أن اَمُرَ بِحَطْبٍ فَيَحْتَطِبُ ثُمَّ اَمُرَ بِا لصَّلاَةِ فَيُؤَذِّنَ لَهَا ثُمَّ اَمُرَ رَجُلاً فَيَؤُمَّ النَّاسَ, ثُمَّ اُخَالِفَ اِلَى رَجُالٍ لاَيَشْهَدُونَ الصَّلاَةَ فَأُحْرِقَ عَلَيْهِم بُيُوتَهُمْ – متفق عليه

“Demi jiwaku yang berada dalam kekuasaan-Nya, sungguh aku bertekad menyuruh mengumpulkan kayu bakar, kemudian aku suruh seorang adzan untuk sholat dan seseorang untuk mengimami manusia, kemudian aku pergi kepada orang-orang yang tidak ikut sholat, kemudian aku bakar rumah mereka”

Dalam riwayat lain disebutkan :

عن اِبنِ عبَّاسٍ ر ض قال : قال رسوُلُاللّهِ ص م : مَنْ سَمِعَ النِّدَاَءَ فَلَمْ  يَمْنَعْهُ مِنِ اتِّبَاعِهِ عُذْ رٌ ، قَالُوا : وَمَا العُذْ رُ ؟ قَال : خَوْفٌ اَو مَرَضٌ. لَمْ تُقْبَلْ مِنهُ الصَّلاةُ التِى صَلَّى.   روه ابو داود  وابن حبّان

Dari Ibnu Abbas R.a.Rasulullah SAW bersabda : barang siapa yang mendengar adzan dan tidak mendatangi tanpa udzur yang dapat menghalangi, maka shalat yang dikerjakan tidak akan diterima. Para Sahabat bertanya; apa yang menjadi udzur itu ? Rasulullah SAW menjawab : takut dan sakit. HR  Abu dawud dan Ibnu Hibban.

 

4.    Kesimpulan.

Dari uraian singkat di atas dapat disimpulkan sebagai berikut:

a.    Agar kita termasuk dalam golongan orang yang beruntung kita wajib selalu meningkatkan syukur kepada Allah SWT.

b.    Cara syukur kepada Allah SWT yang harus kita wujudkan adalah dengan meningkatkan amal shalih dan berusaha menjauhi segala laranganNya.

c.    Memperbaiki cara shalat dan giat untuk berjamaah agar hidup mendapat rahmat ridla dan ampunan Allah SWT.

Demikian uraian singkat ini semoga dapat menggugah jiwa kita untuk bangkit dan berbuat lebih baik lagi , dan berdoa agar Allah SWT berkenan memberikan kekuatan kepada kita untuk menghidari laranganNya agar kita selamat serta selalu dalam naungan rahmat dan Ridlo Allah SWT. Aamiin. Wa Allah al a’lam bi al shawab.



[1] . Wakil Ketua Pengadilan Agama Kelas 1 A Pekalongan.

[2] . https://rizqyprimasatya.wordpress.com/2013/01/18/mari-berhitung-harga-nafas-kita-dalam-rupiah/.