Pengadilan Agama Kelas 1A Pekalongan

Jl. Dr. Sutomo No.190 Pekalongan Timur - Kota Pekalongan

Ditulis oleh Admin Pengadilan Agama Pekalongan
“BERSYUKUR DENGAN MENINGKATKAN DISIPLIN DAN KINERJA”
 
Ketua, para hakim dan seluruh karyawan PA Tegal, setelah acara dialog, berfose bersama Dirjen Badilag, saat kunjungan kerja ke PA Tegal dan sekitarnya, 23 Januari 2009. (Foto Adli MR)
Ketua, para hakim dan seluruh karyawan PA Tegal, setelah acara dialog, berfose bersama Dirjen Badilag, saat kunjungan kerja ke PA Tegal dan sekitarnya, 23 Januari 2009. (Foto Adli MR)


 Semarang, badilag.net, 23-01-2009

Seluruh jajaran peradilan agama patut bersyukur dengan cara meningkatkan disiplin dan kinerja dalam rangka pemberian pelayanan prima kepada masyarakat, khususnya kepada pencari keadilan. Belakangan ini, banyak hal yang secara signifikan telah diperoleh peradilan agama, lebih besar dari masa lalu, seperti masalah kesejahteraan dan sarana prasarana kantor.

“BERSYUKUR DENGAN MENINGKATKAN DISIPLIN DAN KINERJA”
 
Ketua, para hakim dan seluruh karyawan PA Tegal, setelah acara dialog, berfose bersama Dirjen Badilag, saat kunjungan kerja ke PA Tegal dan sekitarnya, 23 Januari 2009. (Foto Adli MR)
Ketua, para hakim dan seluruh karyawan PA Tegal, setelah acara dialog, berfose bersama Dirjen Badilag, saat kunjungan kerja ke PA Tegal dan sekitarnya, 23 Januari 2009. (Foto Adli MR)


 Semarang, badilag.net, 23-01-2009

Seluruh jajaran peradilan agama patut bersyukur dengan cara meningkatkan disiplin dan kinerja dalam rangka pemberian pelayanan prima kepada masyarakat, khususnya kepada pencari keadilan. Belakangan ini, banyak hal yang secara signifikan telah diperoleh peradilan agama, lebih besar dari masa lalu, seperti masalah kesejahteraan dan sarana prasarana kantor.

Dirjen Badilag, Wahyu Widiana, menekankan hal itu pada saat dialog dengan seluruh jajaran PA Tegal, hari Jumat, 23 Januari 2009. Dirjen melakukan kunjungan kerja ke wilayah pantura Jawa Tengah dan menghadiri Rapat Koordinasi dengan para Ketua, Wakil Ketua dan Pansek PA se Jawa Tengah di Semarang.

Image

Gedung baru PA Tegal yang megah ini berlokasi di seberang terminal besar Kota Tegal (Foto Adli MR)

Remunerasi bukan tunjangan khusus “kehadiran”, tapi tunjangan khusus “kinerja”

Lebih jauh Wahyu Widiana menyatakan bahwa disiplin menepati jam kerja adalah suatu keniscayaan bagi  seluruh jajaran pengadilan. Masuk kerja pukul 8.00 dan pulang pukul 16.30, atau pukul 17.00 khusus hari Jumat, sesuai Keputusan Ketua MA Nomor 71/2008, mutlak harus dilaksanakan. Yang tidak menepainya, remunerasi tidak akan diberikan.

“Kita harus bersyukur mendapatkan remunerasi, namun kita juga harus konsisten dengan melaksanakan konsekwensi dari adanya remunerasi ini”, tegas Wahyu Widiana. “Kita malu, jika setelah adanya remunerasi, disiplin dan kinerja kita masih sama dengan saat sebelum remunerasi”, tambahnya.

Wahyu Widiana sempat menyatakan kegembiraannya bahwa disiplin menepati jam kerja di lingkungan peradilan agama dilaporkan sudah sangat membaik. Tapi Wahyu Widiana menyatakan lebih lanjut, bahwa remunerasi bukanlah berarti tunjangan khusus masuk kerja, tapi tunjangan khusus kinerja (prestasi kerja, red).

“Artinya, kita bukan hanya dituntut untuk disiplin menepati jam kerja saja, tapi lebih jauh dari itu, kita dituntut untuk meningkatkan kinerja  dan pelayanan kita kepada masyarakat”, ungkapnya. “Memang, untuk meningkatkan kinerja, menepati jam kerja adalah syarat mutlak”, ujarnya lagi.

Oleh karena itu, Wahyu Widiana minta kepada pimpinan PA untuk memberikan bimbingan, motivasi dan keteladanan bagi seluruh hakim dan karyawannya agar dapat meningkatkan disiplin, kinerja dan pelayanan.

Pembangunan Gedung Baru.

Dirjen juga menyatakan kegembiraannya bahwa upaya penyiapan sarana prasarana dan anggaran di lingkungan peradilan agama, kini, jauh lebih bagus dari masa-masa lalu. Secara nasional, pembangunan gedung baru sudah banyak dilakukan di mana-mana, walaupun jumlahnya masih belum mencapai 30%.

Namun Dirjen tetap optimis, dalam waktu relatif singkat semua gedung akan dapat dibangun dengan kondisi dan di lokasi yang baik, sehingga kehormatan pengadilan dapat terwujud dan pelayanan kepada masyarakat dapat dilakukan dengan baik.

Gedung baru PA Tegal yang selesai tahun 2008  berdiri dengan megah di seberang terminal besar Kota Tegal. Gedung dengan kualitas bagus, terletak pada tanah yang sangat luas itu, “sangat membanggakan”, ujar Dirjen. “Apalagi, kantor ini dapat dengan mudah dijangkau oleh masyarakat pencari keadilan dari berbagai arah, sebab persis di sebelah terminal”, tambahnya.

Dirjen minta agar seluruh jajaran PA Tegal dapat memanfaatkan gedung ini, sekaligus memeliharanya dengan baik. Gedung baru ini akan segera dipergunakan setelah dilengkapi mebeuleir, yang pengadaannya dilaksanakan tahun ini juga.

“Kami akan mengusahakan pengadaan mebeuleir secepatnya”, lapor Agus Budiaji, Ketua PA Tegal kepada Dirjen, saat melakukan peninjauan ke lokasi.

Jaga Citra Pengadilan.

Di bagian akhir dialognya dengan para karyawan PA Tegal itu, Dirjen menekankan dengan sangat, agar seluruh jajaran peradilan agama dapat menjaga citra instansi, baik secara khusus lingkungan peradilan agama maupun secara umum lingkungan peradilan dan Mahkamah Agung.

Dirjen memperlihatkan kegeramannya dengan sikap-sikap yang tak terpuji yang dilakukan oleh oknum karyawan peradilan agama. “Pimpinan Mahkamah Agung kini tidak segan-segan menindak keras pelanggaran itu”, tekan Dirjen.

“Oleh karena itu, menjaga sebelum terjadinya kemungkinan dengan saling mengingatkan dan meningkatkan soliditas secara positif adalah hal yang harus dilakukan untuk menangkal terjadinya pelanggaran”, tambahnya. (Adli Minfadli Robby).